SHOPPING CART

close

BBPOM Di Manado Diskusi Bersama Dengan Berbagai Lintas Sektor, Sebagai Upaya Temukan Solusi Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun 2021

Kamis, 10 Juni 2021, Balai Besar POM di Manado mengundang diskusi berbagai Dinas Kesehatan dari berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus Non Fisik di Tahun 2021 di Hotel Grand Whiz Manado. Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, sebelum kegiatan tersebut, maka dilakukan swab antigen untuk memastikan tidak ada peserta yang positif COVID-19.

Kegiatan tersebut sebagai bagian upaya monitoring dan evaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus bagi kabupaten/kota yang mendapatkannya di Tahun 2021. Kabupaten/Kota yang mendapatkannya diantaranya Kota Manado, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Forum Diskusi tersebut dibuka oleh Agung Kurniawan, ST sebagai Plt. Kepala Balai Besar POM di Manado serta hadir pula Asyep Syaefudin, SE., ME sebagai Kepala Kantor Perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Manado. Agung menyampaikan tujuan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan dana alokasi khusus yang telah berjalan dua  periode sejak 2019.

“Dari Hasil evaluasi tahun terakhir, realisasi anggaran secara keseluruhan cukup rendah sekitar diangka 65%, dan akan diskusikan permasalahan yang dihadapi oleh tiap dinas kesehatan selama tahun 2021 sehingga ditahun ini ada perbaikan terhadap realisasi”. Ujar Agung.

Dalam kesempatan tersebut Asyep juga menyampaikan secara singkat alasan mengapa ada Dana Alokasi Khusus. “Dana APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kegiatab program nasional bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah.” Ujar Asyep.

“Kebijakan DAK Non Fisik TA 2021 secara umum diperuntukkan untuk bidang pendidikan, Kesehatan dan Pengembangan Ekonomi. Kebijakan DAK Non fisik masuk dalam rangka pengawasan obat dan makanan masuk dalam Dana Bantuan Operasioanal Kesehatan.” Ujar Asyep.

Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tekait manfaat DAK Non Fisik yang disampaikan dari Balai Besar POM di Manado oleh Agung Kurniawan, ST. “Tujuan penggunaan DAK ini diantaranya meningkatkan validitas data perizinan fasilitas sarana pelayanan kefarmasian dan usaha mikro Obat Tradisional, Pemahaman serta kompetensi Tenaga Kefarmasian di daerah. hal ini berperan oenting terhadap jaminan kualitas pelayanab kesehatan di daerah.” Jelas Agung

“Kemudian yang akan berdampak besar terhadap masyarakat baik daei sisi ekonomi dan kemanan pangan yaitu peningkatan efektivitas sistem pengawasan  IRTP sehibgga produk IRTP dapat bersaing secara nasional maupun global.” Tambah Agung

Selain Materi, untuk memotivasi kabupaten lain agar memanfaatkan Dana Alokasi Khusus tersebut,  maka perwakilan dari Dinas Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang pada tahun 2021 berhasil mendapat realisasi anggaran tertinggi.  Dalam Kesempatan tersebut, Bapak Sofian Mokoginta, SKM sebagai perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menyampaikan beberapa tips yang menjadi kunci keberhasilan. “Komitmen merupakan kunci keberhasilan paling penting dalam keberhasilan tingginya realisasi Dana Alokasi Khusus pada tahun 2021, sejak dari perencanaan dan pendataaan sampai pelaporan.” Jelas Sofian.

Tags:

0 thoughts on “BBPOM Di Manado Diskusi Bersama Dengan Berbagai Lintas Sektor, Sebagai Upaya Temukan Solusi Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun 2021

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.